Sabtu, Oktober 03, 2009

Apa sih yang Paling dicari oleh orang dala hidup ini?

Jawabannya adalah…….KEBAHAGIAAN HAKIKI
Oleh Erbe Sentanu

Saya sangat berbahagia bisa memenuhi permintaan dari sekian banyak permintaan sahabat yang mengiginkan saya menulis. Mereka senantiasa mendorong saya untuk segera melakukannya. Buku ini merupakan buku pertama dari Seri Teknologi Quantum Ikhlas.

Memang ini belum cukup menggambarkan pergumulan panjang saya selama hamper 20 tahun mengembara ke dalam diri untuk menemukan arti “Kesempurnaan” dalam hidup ini. Setidaknhya buku ini akan membukakan mata hati Anda, menyadarkan Anda, membangkitkan ke-ngehan-an Anda, terhadap adanhya satu kekuatan dahsyat di dalam diri yang selama ini telah Anda abaikan.

Sejak kecil saya merasa bahwa dibalik semua hruk-piruk kegiatan manusia di dunia ini sebenarnya ada satu hal yang dicari oleh manusia. Jika kita dapatkan hal itu maka kita seperti mendapatkan seluruh isi dunia, tetapi bila tidak memilikinya-meskipun mugkin memiliki”segalanya”-kita tidak seperti memiliki apa-apa.

Ya, kebahagiaan adalah yang sebenarnya yang kita cari, kebahagiaan hakiki, sejati yang tidak tergoyahkan. Bukan sekedar kesenangan atau kenyamanan-kenyamanan hidup semata.

Kebahagiaan adalah subjek primordial. Itulah sebagian yang akan diulas dalam buku ini, bagaimana mencari kebahagiaan secara praktis seperti yang tertuang dalam kebijaksanaan nenek moyang, tuntunan agama, maupun penjelasan ilmiah. Kebahagiaan itu merupakan sifat dasar alamiah atau firah manusia dank arena itu sewajarrnya bisa dengan mudah-kita raih. Lebih lengkapnya baca buku Quantum Ikhlas, the power of positif feeling karangan Erbe Sentanu.
Baca selengkapnya....

Minggu, September 06, 2009

Manfaat Madu

Siapa yang tak mengenal madu? Cairan yang disukai oleh kumbang ini ternyata mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan dan tentu saja kecantikan bagi kaum hawa. Nah, apa saja sih manfaat yang dihasilkan madu bagi tubuh? Berikut jawabannya.

1. Zat pembunuh bakteri dalam madu yang dipanaskan kemudian dioleskan ke luka bisa mencegah infeksi. Menurut National Honey Institute, Amerika Serikat, madu yang juga sumber glukosa dan fruktosa bermanfaat mengurangi kelelahan. Selain itu juga bisa meringankan tenggorokan yang sakit.

2. Merupakan sumber antioksidan yang baik sehingga bisa mencegah kanker dan penyakit jantung.

3. Madu yang dilarutkan dalam air membantu meringankan sakit perut dan dehidrasi.

4. Oleskan madu ke kulit bisa menghilangkan gatal-gatal akibat gigitan serangga.

5. Untuk mengatasi sakit kepala, tiga sendok makan madu bisa amat membantu.

6. Minum madu satu sendok teh tiga kali sehari bisa mengatasi gangguan perut, mencegah demam dan flu.
http://www.maitreya.or.id/forums/archive/index.php/t-253.html

7. Antioksidan endogen yang berasal dari madu merupakan unsur yang diproduksi tubuh untuk menghalau radikal bebas penyebab munculnya penyakit jantung, kanker dan penyakit lainnya lagi.
http://www.kompas.com/index.php/read//xml/2008/04/21/16351732/halau.kanker.dengan.sesendok.madu

Madu telah dikenal sejak dulu kala memiliki beragam manfaat bagi kesehatan dan dapat digunakan sebagai sumber energi pengganti gula.

Madu Hutan Kalimantan merupakan madu hutan asli yang dihasilkan oleh lebah madu hutan (apis dorsata) yang mengambil nektar (cairan manis pada bunga) dari beragam pohon (multi floral) di hutan tropis sekitar Taman Nasional Danau Sentarun (TNDS), Kalimantan Barat.

Salah satu pohon favorit lebah madu hutan adalah lalau, pohon yang tinggi besar dan rindang. Di pohon ini dapat ditemukan sekitar 100 koloni lebah yang bisa menghasilkan 1,5 ton madu.

Kelebihan Madu Hutan Kalimantan adalah:

o Di bawah bimbingan Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI), kelompok petani madu (periau) di TNDS menggunakan sistem panen lestari yang ramah lingkungan, yaitu hanya memotong sebagian sarang lebah dan meninggalkan sisanya untuk mencegah berkurangnya populasi lebah.
o Proses penyaringan tiris yang dilakukan periau membuat kotoran tidak larut bersama madu, sehingga lebih higienis dan menjaga kemurnian madu yang dihasilkan
o Memperoleh sertifikasi madu organik yang dikeluarkan oleh BioCert (http://www.terranet.or.id/mitrae.php?klik=36)
o Sumber pakan lebahnya berasal dari hutan alam, sehingga belum tercemar oleh zat-zat kimia dari tanaman yang dibudidayakan. Ini yang membedakan dengan lebah madu yang dibudidayakan di areal perkebunan atau pertanian. Dengan adanya sertifikasi organik untuk lebah madu hutan dari Danau Sentarum ini, diharapkan akan mendongkrak harga jualnya
http://www2.kompas.com/ver1/Iptek/0704/24/152633.htm

Di samping bermanfaat bagi kesehatan, Madu Hutan Kalimantan juga turut memberikan kontribusi dalam pelestarian lingkungan, mencegah penebangan hutan secara liar di sekitar TNDS, dan memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat di sekitar TNDS.

Madu Hutan Kalimantan bisa didapatkan di 22 kota di Indonesia dengan harga Rp 90.000 per 300 gram.
Informasi outlet resmi silakan reply pesan ini atau SMS/Call ke 021-92319175 (Rumadi)
Baca selengkapnya....

Minggu, Mei 17, 2009

Sebuah Pujian Buat Pantai Pangandaran

It’s real one hundred persent yang dinyanyikan oleh orang Bandung yang namnya Sumbang-sumbang tea yang judulnya “Sisi laut Pagandaran..” Pantai Pangandaran memang memberikan daya tarik tersendiri bagi para pecinta keindahan, bagi para traveler yang selalu mencari kepuasan dibalik keindahan alam semesta ini. Aku menyaksikan sendiri dengan sahabat-sahabatku gemuruh ombak pantai Pangandaran yang indah bahkan aku dan sahabatku tak bosan-bosan berselancar hingga matahari tenggelam.


Sebelum Keberangkatan

Sebelumnya aku senang sekali aku bisa jalan-jalan lagi dengan dua sahabatku, Hari dan Mefhta. Kami sudah lama tidak berpergian bersama, terakhir kami hiking ke Kawah Ratu Gunung Salak Bogor 2 tahunan yang lalu. Ya, Lebaran kemarin kami pergi ke Pangandaran tempat yang kami bayangkan sebelumnya ketika kami ke Tasik dulu. Haha.. akhirnya kesampaian juga. Memang susah mencari waktu yang pas untuk pergi bersama, maklum sekarang kami sudah berpencar dan memiliki kesibukan masing-masing.

Sebenarnya aku masih lelah, karena waktu itu aku baru pulang mudik dari Jawa, tapi karena ini kesempatan yang jarang maka tak masalah bagiku. Ini benar-benar acara yang tidak direncanakan sebelumnya, ide ini muncul ketika aku masih ada di Jawa. Temanku pernah bilang kalau sesuatu yang tidak direncanakan malah sering terlaksana, tetapi sebaliknya sesuatu yang kita rencanakan terakadang sering gagal. Kalau menurutku sih ada benarnya juga, tetapi masih bisa diperdebatkan juga. Kalau dipikir-pikir kenapa yang sudah kita rencanakan selalu gagal adalah karena kita tidak komitmen dengan apa yang kita rencanakan alias hanya keinginan selewat, bisa jadi yang kita rencanakan hanya sebatas dibibir saja, bukan dari keinginan hati yang sungguh-sungguh. Itulah rencana, dibutuhkan komitmen.

Bawa Tas Gede

Aku telah mempersiapkan segala sesuatu yang aku butuhkan untuk berpergian. Aku memakai tas buat hiking yang isi 80 liter. Lumayan besar buat dibawa-bawa. Saya isi tas gede itu sama pakaian ganti untuk 3 hari di pantai buat kemping di pantai, selain itu saya isi makanan, alat masak: piring, sendok, garpu, dan tidak lupa membawa bumbu masak: cabai, garam, gula, kecap, tomat, haha pokoknya kaya kita mau bikin sambel aja, hehehehe.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari itu hari Kamis (aku lupa tanggalnya, yang jelas beberapa hari setelah lebaran kemarin). Aku berangkat dari rumah sehabis shalat zuhur. Aku janjian dengan Hari di stasiun Bogor. Sedangkan Mehfta menunggu di stasiun Kiara Condong Bandung nanti malam. Yup, Mefhta akan mencegat kereta kami yang berangkat dari Jakarta jam 8 malam, jadi sekitar pukul 11 malaman dia sudah nunggu di sana.

Berangkat ke Jakarta

Aku ketemu Hari di stasiun dan siap berangkat ke Jakarta dengan kereta kebangggaan orang jabodetabek haha. Murah meriah dengan beli karcis 2500 rupiah bisa nyampe Jakarta padahal jaraknya berpuluh-puluh kilometer lewati rumah-rumah sama tumpukan sampah sepanjang rel. Ongkosnya sama kayak naik angkot dari rumah ke jembatan merah. Naik kereta api memang super murah.

Seperti biasa setiap kami tiba di Satasiun Jakarta Kota kami terbiasa membeli mie campur bakwan yang dipotong-potong kemudian dikasih bumbu kacang yang dijajakan di samping rel kereta api stasiun Kota. Ya itulah mie paforit yang sudah menjadi ritual kami sebelum berangkat menuju tempat yang jauh.

Setelah sampai di sana kami harus menunggu beberapa jam untuk mendapatkan tiket Jakarta-Banjar. Karena loketnya baru dibuka jam 6 sore. Karena masih lama kami mencari masjid dekat stasiun untuk istirahat; shalat, tidur-tiduran, dan makan siang di sana. Setelah lama menunggu akhirnya jam 6 tiba juga. Kami bersiap-siap untuk meninggalkan masjid. Setelah shalat maghrib, kami keluar masjid menuju stasiun untuk membeli tiket. Setelah membeli tiket, kami duduk di bangku menunggu kereta datang.

Kamis, Keberangkatan Jakarta-Banjar Naik Kereta

Kereta yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Kereta jawa yang sudah dipastikan jelek dan kotor. Tapi biarpun jelek dia bermanfaat lho, dia telah berjasa dan tak bosan-bosan ngankut manusia dua kali sehari pagi dan malam. Setelah kereta datang kami langsung buru-buru naik takut gak kebagian tempat duduk soalnya yang mau naik gak hanya kita, inilah yang paling khas dari kereta ekonomi siapa yang cepat dia pasti dapat.

Keindahan kereta ekonomi Indonesia

Benar bayanganku tadi, ketika kami masuk wow! Pemandangan super kotor nampak di permukaan. Sampah berserakan di mana-mana mulai dari botol air mineral, bungkus makanan, koran bekas, dan kotoran lain yang gak jelas namanya. Gak hanya kotor kamar mandinya juga bau pesing hasil pembuangan orang-orang kereta, bahkan saking baunya orang yang mati juga bisa hidup kembali kalau dimasukan ke dalam WC ini hahaha. Selain itu lampu di gerbong kami juga mati ditambah bangku kereta yang sudah jelek menambah kesereman dalam kereta. Tapi ketika kereta mau berangkat lampu di gerbong kami menyala, syukurlah. Tadinya sudah siap mau main uka-uka di belakang.

Kereta pun sedikit demi sedikit mulai bergerak meninggalkan markas besarnya yang masih saja kokoh hingga sekarang dan kami akan memulai babak pertama perjalanan kami. Sambil menikmati geraknya kereta, aku asyik mengobrol dengan Hari. Suatu ketika Hari mendapat telepon dari salah seorang karyawan sebuah restoran di Jakarta, ya Hari mendapat panggilan kerja dan harus datang besoknya. Hari menjadi bingung soalnya dia sedang di perjalanan menuju Pangandaran dan gak mungkin balik lagi. Akhirnya terpaksa deh Hari harus melepaskan kesempatan itu. Ya itulah namanya takdir, andaikan Hari bisa memutar waktu. Memang dalam kondisi seperti itu, dalam kondisi yang tidak bisa berbuat apa-apa kecuali Allah kita hanya bisa tawakal. Mungkin kejadian seperti ini sering menimpa dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak kejadian yang tidak diharapkan menimpa kita. Dalam kondisi ini kita sebagai hamba Allah yang baik harus benar-benar ridho dengan apa yang terjadi meskipun pahit. Karena kalau kita pikir-pikir rido gak rido terhadap apa yang sudah terjadi tidak akan mengubah apa yang terjadi. Kalo gitu mendingan rido daripada dongkol yang hanya dapat mengotori hati kita. Be positive thingking lah!

Keasyikan ngobrol akhirnya kereta kami sudah mau mendekati stasiun Kiara Condong dimana sahabat kami Mehfta menunggu dengan sabar (sabar kali ye..) di sana. Menunggunya mungkin bagaikan menunggunya seorang istri kedatangan sang suami dari medan perang yang sudah lama pergi haha lebai. Ya dia harus menunggu sabar kami karena dia sudah datang di stasiun jam 11 malam sedangkan sekarang sudah hampir mau jam satu malam. Berarti dia sudah nunggu hampir 2 jam lamanya. Tapi aku yakin Mefhta orangnya sabar, baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung di warung-warung.

Hari Jumat Nyampe juga di Banjar,

Akhirnya naympe juga keretanya di stasiun Kiara Condong. Sebenarnya kami mau nyumpet biar Mefhta nyariin kita, tapi ah gak keburu wajahnya terburu masuk ke gerbong. Main Cing Umpetnya jadi gak jadi deh. Aku senang bisa ketemu Mefhta lagi soalnya dah lama gak jalan-jalan bareng lagi. Sayang dia cowo coba kalo cewek eh istri maksudnya sudah aku... hayo jangan ngeres.

Kereta melanjutkan perjalanannya menuju Timur. Selama perjalanan kami banyak mengobrol. Tapi gak lama aku tidur, abis ngantuk sih, kecuali Hari Lesmana yang rela berkorban jiwa raga tanpa pamrih ikhlas lahir batin berjaga memperhatikan setiap stasiun yang dilewati, karena dia takut satasiun Banjar terlewat. Maklumlah dia biasa jaga malam di Kec. Tamansari nemenin pegawai kecamatan hehehe. Oh ya di perjalanan kita kenalan sama anak Jakarta yang sama-sama mau ke Pengandaran. Mereka bertiga bawa gitar. Mau ngamen kali ye di Pengandaran hehe.Setelah beberapa jam berlalu akhirnya kereta kami tiba juga di Stasiun Banjar tepat Azan Subuh berkumandang alias pukul 5 pagi. Senang rasanya menginjakkan kaki di daerah yang baru, momen ini tidak akan pernah aku lupakan

Lalu kami keluar stasiun untuk mencari masjid mau shalat Subuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai. Baru aja kita nongol para sopir angkutan sudah meneriakkan kami dan merayu kami untuk naik ke mobil tiga perempatnya. Ada satu sopir yang kukuh membututi kami meminta kami untuk naik ke mobilnya, tapi kami tetap menolak karena kami mau sholat dulu. Tahu gak ternyata yang ada di angkot itu adalah 3 orang Jakarta yang ketemu di kereta tadi. Terus aja tuh sopir ngikutin kita. Setelah berjalan sekitar 10 menitan akhirnya kita menemukan masjid. Masjidnya ada di dalam kampung, nah di situ si sopir gak bisa ngikutin kita lagi deh.

Kami langsung menaruh barang-barang kami dan siap-siap untuk shalat Subuh. Setelah salat kami istirahat di sana melepaskan lelah dan kantuk. Lumayan bisa istirahat beberapa jam. Masjid memang tempat paforit kami untuk istirahat setiap kali kami sedang melakukan perjalanan jauh. Abis gratis sih dari pada harus menyewa penginapan. Lagian berdiam di masjid berpahala lho asal jangan lupa niat ibadah.

Setelah rasa lelah kami hilang pagi-pagi perut kami terasa lapar. Untung ada warung di dekat masjid. Kami sarapan pagi di warung itu. Sarapan pake gorengan dan minum teh asli buatan kota Banjar terasa nikmat sekali membuat kami semangat dan tak sabar untuk melanjutkan perjalanan kami. Orang-orang di sana baik-baik dan kami dikasih air minum satu botol besar karena mereka tahu kita kehabisan air minum. Beda dengan orang Kota kaya di Jakarta yang individualis dan penuh kecurigaan. Saking curiganya masjid-masjid di Jakarta banyak yang digembok di luar jam shalat. Wajar sih karena sering terjadi kehilangan.

Setelah kami puas sarapan kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan kami. Waktu menunjukkan sudah pukul 8 pagi. Kami mengemas barang-barang kami dan siap untuk meninggalkan masjid. Setelah kita keluar gang tahu gak siapa yang kami ketemui? Ha ha ternyata sopir yang tadi pagi masih setia nungguin kita. Geblek! Kuat juga dia ya nungguin kami padahal kami sudah 3 jam di masjid. Setia amat ya tuh orang tapi anehnya 3 orang yang Jakarta sudah tidak ada. Mungkin sudah kabur kali gak tahan nungguin kita hehehehehe.

Kami tetap kukuh tidak mau naik angkotnya. Kami ingin naik mobil yang lain yang lebih murahan atau kalo bisa ngebe-em ke sana biar gratis. Akhirnya si sopir nyerah juga dan tidak mengikuti kami lagi. Sebelum kami naik mobil, kami foto-foto dulu di depan gedung DPRD Kota Banjar buat kenang-kenangan. Jadi kami ingin setiap tempat yan kami kunjungi ada fotonya soalnya jika tidak ada fotonya agak kurang berkesan. Pernah aku waktu SMA dulu hiking ke Gunung Gede Bogor dan tak satupun dari kami yang membawa kamera, sayang sekali memang padahal pemandangan Gunung Gede sangat sangat indah sekali apalagi pas di lembah sunter yang sangat dingin dan dikelilingi bunga abadi.

Kalo boleh berpendapat tentang keaadaan Kota Banjar, Kota banjar sangat sederhana sekali dan nampak bukan sebuah kota sebagaimana kota besar di daerah lainnya. Setidaknya itulah yang saya lihat di sekitar gedung DPRD Kota Banjar. Di Depan DPRD hanya ada sebuah jalan besar yang terbentang lurus dan toko-toko yang berjejer sepanjang jalan. Di belakang toko-toko tersebut adalah perkampungan warga. Perkampungan warga yang sangat ramah dan bersahaja. Di sana juga tidak ada gedung-gedung tidak seperti kota-kota lainnya di mana yang namanya kota biasanya terdapat gedung-gedung walaupun tidak begitu besar. Di sini terlihat adanya kesenjangan antara Kota Banjar dengan kota-kota lainnya dan nampaknya tidak hanya kota Banjar, masih banyak lagi kota-kota di daerah yang masih tertinggal pembangunannya. Di sini juga kita bisa simpulkan bahwa tidak meratanya pembangunan di Indonesia, jadi jangan salah banyak orang-orang daerah yang merantau ke Jakarta atau kota-kota besar lainnya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Naik Mobil Bak Terbuka

Serelah puas befoto, kami siap melanjutkan perjalanan kami. Tiba-tiba ada sebuah mobil bak terbuka mendekati kami dan menawari kami naik. Tidak gratis sih tapi lebih murah lah kami hanya bayar 30 ribu bertiga sampai bibir pantai Pangandaran. Akhirnya kami putuskan untuk naik. Seru banget, kami tertawa riang sepanjang perjalanan,

berteriak, rasanya asyik banget tidak bisa diungkapan dengan kata-kata. Kami berfoto, merekam dengan video, pokoknya keren abis. Angin terasa kencang menampar wajah-wajah kami karena mobil yang kami naiki melaju dengan cepat mengikuti jalan raya yang panjang dan lurus. Sungguh pemandangan yang indah. Samping kanan dan kiri jalan masih nampak asri apalagi ketika sudah mendekati pantai. Jalan yag berkelok-kelok dihiasi dengan pohon kelapa yang berjejer rapi. Bukit-bukit dan gunung nampak memamerkan kecantikannya kepada kami, sawah yang masih terbentang luas menambah ketentraman hati para pemilik mata. Perjalanan lumayan lama hampir 2 jam lamanya. Akhirnya kami sampai juga di depan pintu gerbang Pengandaran. Sebenarnya kami hanya diantar sampai pintu gerbang saja tapi karena kemurahan sang sop

ir kami diantar sampai tepat pinggir pantai Pengandaran. Soalnya kalo kita diturunkan di pintu gerbang kita masih harus berjalan kaki lagi sekitar kurang lebih 2 KM. Lumayan jauh.


Nyampe juga di Pantai

Saya penasaran dan ingin rasanya ingin cepat sudah berada di pantai. Akhirnya air laut yang biru nampak di hadapan kami dan kami siap menginjakkan kaki kami yang pertma kalinya di pantai Pengandaran. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada sang sopir atas kebaikkannya mengantarkan kami sampai pantai, semoga amal kebaikannya di balas oleh Allah Swt amin.

Ketika kami tiba di pantai ramai sekali dipenuhi oleh orang-ora

ng yang sedang asyik menikmati pantai. Ada yang berenang, berjalan di pa

ntai, bermain bola, ada yang naik kuda, motor-motoran, ada yang naik perahu wisata, dan banyak pedagang yang sedang berjualan mencari keuntungan di sana dan tidak lupa suara petugas pantai yang tidak bosan-bosannya memperingati pa

ra perenang agar tidak berenang terlalu jauh.


Tidak lama kami tiba di pantai kami langsung berjalan menuju pantai. Langkah demi langkah arkhirnya kami sampai juga di pinggir pantai dan saya dan Mefhta melepaskan tas dan langsung berenang kegirangan seperti tidak pernah ketemu air pantai saja. Byur..! Memang benar kami sudah lama tidak menyentuh air pantai, terakhir kali ketika kami ke pantai Pasir Putih Anyer Cilegon beberapa tahun yang lalu. Kami asyik berenang sa

mbil memanggil Hari untuk ikut berenang, tapi dia gak mau. “Ha

yo Har neyebur!” sahut aku. Mungkin tanggung kali ya soalnya bentar lagi kan mau sahalat Jumat. Kami pun tidak lama berenang karena kami harus siap-siap shalat jumat. Kami pun keluar dari pantai dan

mencari masjid. Masjidnya tidak terlalu jauh dari tempat kami turun tadi.

Setelah shalat Jumat kami tidak langsung pergi. Kami beristirahat dulu sebentar di masjid karena kami masih terasa lelah dan nagantuk apalagi Hari yang bergadang di kereta. Akhirnya kami putuskan untuk tidur sebentar di masjid. Setelah tidur terpuaskan perut kami kok terasa lapar maka kami harus mengisi perut kami sebelum ke pantai. Masing-masing dari kami mengeluarkan semu

a makanan yang kami bawa. Mulai dari aku, aku mengeluarkan mie, minuman sereal, makanan kering dan satu bungkus bumbu masakan: ada tomat, cabei, kecap, sasa, wortel, bawang putih, merah, garam, plus talenannya hehehe dll. Sedangkan hari mengeluarkan kompor gas kecil, ikan teri, satu botol besar minuman Fanta, kacang goreng dan makanan-makanan kering sisa lebaran sedangkan Mefhta mengeluarkan beberapa makanan ringan, jajanan snack, satu botol madu, beberapa saset minuman jahe dan makanan lainnya. Benar-benar akan ada pesta makanan Mau? Tidak terasa azan Asar telah

tiba kami harus segera menyel

esaikan makan kami dan

mulai bersiap untuk shalat Asar.

Setelah shalat Ashar kami membereskan barang-barang kami dan segera bergegas menuju pantai untuk mencari tempat untuk mendirikan tenda. Setelah keluar masjid kami ternyata tidak langsung mendirikan

tenda kami malah asyik mencari tempat yang enak buat berenang. Di sana

banyak sekali orang yang be

renang ditemani dengan beberapa penjaga pantai yang berpatroli dengan jetski mereka mondar mandir dari Barat ke Timur. Ya, penjaga pantai harus extra kerja keras untuk menjaga para perenang agar tidak berenang terlalu tengah karena arus ombak pantai Pangandaran sungguh luar biasa besar. Ternyata dibalik keindahan ombak Pangandaran tersimpan kekuatan yang menakutkan yang bisa memakan siapa saja. Kami juga mendengar di sini sudah beberapa orang tewas terbawa arus beberapa hari se

belumnya. Hi.. serem. Tapi jangan khawatir di sini pengamanannya l

engkap selain dilengkapi Jetski dan pengeras suara di setiap pos

pengamanan yang menempati hampir di setiap sudut pantai, di sana juga terdapat mobil namanya Beach Patrol, ya, kayak di film Baywacth yang di RCTI dulu tapi yang jel

as di sini lifeguardnya laki-laki semua lho! Jadi jangan harap mata Anda melotot mencuri-curi pandang hehe. Memang luar biasa pengamanannya di sini dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya yang pernah kami kunjungi sebelumnya.

Di arah sebelah timur dari tempat kami berenang nampak beberapa anak kecl sedang berlatih selancar. Kami pun tertarik untuk melihatnya karena kami tidak pernah melihatnya secara langsung. Kami pun mulai berjalan menuju ke sana. Sungguh pemandangan

yang indah. Mereka berselancar menaklukkan ombak yang terus melaju suaranya bagaikan suara kereta api diesel jurusan Jawa yang sedang melaju. Di sana juga nampak dua pemuda bule dengan pedenya sambil membawa selancar memasuki pantai dan bergabung de

ngan mereka. Dua orang bule itu sungguh melengkapi keindahan Pantai Pangandaran

Sungguh disayangkan kami hanya sebentar melihat mereka berselanc

ar karena mereka harus cepat-

cepat pulang karena matahari sudah nampak mau pamit. Namun aku sempat menanya

kan kepada salah seorang dari mereka mengenai setiap hari apa mereka biasa latihan selancar.

Ternyata mereka biasa latihan selancar setiap sore. Ini dia hasil jepretan saya. Bagus kan and kerens.


Sehabis asyik melihat bocah Pengandaran latihan selancar, kami

pun segera pergi mencari tempat untuk mendirikan tenda. Kami selusuri pantai melihat-melihat untuk men

cari tempat bermalam kami. Sempat saya berbeda pendapat dengan si Komet panggilan buat Mefhta tentang tempat yang cocok buat mendirikan tenda. Kami berdua saling berargumen mempertahankan ego masing-masing. Saya juga sempat ngambek yang hanya ditunjukkan dalam hati dan mungkin sedikit nampak dalam raut wajah saya. Mefhta inginnya disebelah sini sedangkan saya ingin disebelah sana. Semuanya saling memberikan argumen merasa pendapatnya paling benar. Sedangkan Hari bersikap golput alias netral tidak memihak. Namun saya dan Mefhta akhirnya bersepakat. Ini dikarenakan masing-masing berusaha ada yang mengalah. Tidak tahu siapa yang mengalah yang jelas tidak terjadi perang dingin dan tempat yang dipilih adalah tempat usulan Mefhta. Di sini saya mendapatkan pelajaran bahwa saya masih belum bisa mengalah saya masih mement

ingkan ego saya sendiri tanpa melihat pendapat dari kacamata orang lain.


Masang Tenda


Setelah sepakat kami pun bersiap-siap mendirikan tenda di pinggir pantai dekat beberapa pohon kelapa yang berjejer di samping tenda. Ini pertma kali bagi kami mendirikan tenda di pantai. Dulu pernah sih nginap di pantai tetapi itu tidak pakai tenda tetapi hanya pakai alas saja beratapkan langit biru ditemani pohon kelapa. Nginep di pantai susah-susah gampang. Susahnya adalah pasir selalu nempel di kaki apalagi kalau kaki kita basah. Sungguh repot memang. Tapi asiik sih kami bisa mendengar deru suara ombak, sehingga kami bisa melupakan kaki kami yang kotor. Berbeda den

gan di gunung. Kalau di gunung kendalanya adalah hanya cuaca yang dingin sehingga saking din

ginnya kita tidak bisa apa-apa karena menahan rasa dingin.


Tenda kami dipasang menghadap pantai sehingga kita dapat melihat ombak dari dalam tenda sambil makan-makan. Pernah ada kejadian yang membuatku geli. Waktu itu aku pernah ditinggal sendirian di dalam tenda karena Hari dan Mefhta sedang berada di mushola sedang sholat Isya. Ketika aku asyik tidur-tiduran tiba-tiba aku didatangi seorang pengamen yang tidak lain adalah bencong. Dia bernyanyi dengan nada kaga jelas tapi bukan itu yang bikin geli tapi dia sempat bilang “sedot” gak tahu apa maksudnya hi geli deh.

Untung tuh si bencong segera pergi. Aman deh! Pokoknya kalau neginap di Pengandaran harus siap-siap deh dengan yang namanya bencong soalnya di sana banyak sekali bencong berkeliaran di malam hari. Kalo perlu bawa pentolan buat jaga-jaga takutnya nanti kamu diperkosa lagi jadi bisa kita pentung hehehehehehe.

Asyik juga ya tidur di pantai sambil mendengar suara ombak yang tiada henti-hentinya. Di luar tenda masih terdengar orang-orang yang berjalan-jalan di Pantai bahkan main motor-motoran dan juga para bencong yang sedang mencari mangsa hehehehehe. Namun menjelang tengah malam orang-orang sudah mulai sepi. Begitu juga kami yang sudah mulai mengantuk kami pun tidur. Ya, kami harus segera tidur untuk bersiap-siap menyambut hari esok. Yang terbayang dipikiranku adalah besok akan berenang, asyik euy! bisa selancar lagi kayak dulu di anyer. Walaupun bukan selancar benaran tapi lumayan daripada lumanyun hiks!.


Sabtu, Menyambut pagi hari.

Azan Subuh sudah mulai terdengar di telingaku, aku pun segera bangun karena azan bagiku adalah panggilan untuk beribadah kepada-Nya. Kami harus bergiliran shalat Subuh karena tenda tidak bisa ditinggal dalam keadaan kosong bisa-bisa barang kami ludes nanti gak bisa pulang deh mamah papah nanti nyariin bisa repot jadinya haha. Maka aku dan Mefhta yang shalat duluan sedangkan hari nungguin tenda.

Sehabis shalat aku sempat photo-photo, ini dia salah satu jepretan saya, Si Mehfta sedang bergaya menunjukkan kehebatannya dengan gaya tangan memukul ke depan tapi perhatikan deh matanya lebih dekat, nampak pandanngannnya lurus kosong tanpa beban tapi yang jelas belum mandi hi......Baux. Tapi keren sih backgroundnya. Habis photo-photo kami masak air panas deh buat bikin kopi alias nyanet cuman gak pake pisang goreng dan bakwan. Nyanetnya pake makanan-makanan snack, elitan dikitlah. Masa di Bogor makan gorengan di sini makan gorengan gak seru ah.


Cahaya makin terang dan matahari pagi mulai menampakkan wajahnya seiring dengan hadirnya mentari diriku makin tak sabaran mau berselancar ria. Tadinya mau pagi-pagi berenang tapi cuaca masih terasa dingin maka kami harus sedikit bersabar menunggu udara terasa hangat. Jam delapanan kami mulai mencari yang menyewakan papan selancar. Walaupun selancarnya tiruan alias terbuat dari spon tapi lumayan buat main superman-supermanan di atas air. Harga sewanya kalo gak salah sepuluh ribu rupiah untuk satu spon seharian nonstop. Makin siang maka makin banyak orang yang berenang di pantai apalagi waktu itu masih termasuk liburan hari lebaran.


Setelah dapet sponnya saya, Mehfta, dan hari langsung memasang kuda-kuda menunjukkan kejantanan kami berlari dengan kencang menuju pantai byurrrrrrrrrrr!!!!! Seru banget pokoknya di hati sudah niat mau sampe sore ah berenang. Moment ini membuat aku terkenang ketika kami ke pantai Pasir putih Anyer Banten dulu. Ombak di sini gede banget, ada satu daerah yang ombaknya tuh besar banget karena pantainya lumayan landai. Namun kami gak lama berenang di daerah situ karena dilarang sama lifeguard. Lifeguard menggiring kami dan orang-orang untuk pindah ke tempat lain. Ombak Pangandaran memang luar biasa pantesan pantai Pangandaran menjadi terkenal oleh para wisatawan lokal. Kami tidak sepanjang waktu berenang ada saatnhya kami beristirahat dulu mampir ke tenda makan cemilan. Supaya mudah kami menjangkau pantai kami geser tenda kami sehingga dekat dengan pantai. Jadi kalo kami lapar atau haus tinggal ke tenda deh.


Untuk bisa berselancar alias supermen-supermenan kita harus ke tengah untuk mendapatkan ombak yang tinggi soalnya kalo gak tinggi kita gak akan bisa selancar deh. Gampang-gampang susah sih kita harus tepat banget ketika ombak ada di hadapan kita, dan ombaknya harus besar kita harus sudah siap-siap posisi supermen. Kalo gak pas kita bukannya maju malah kegulung ombak. Senang rasanya deh kalo berhasil, kita bisa kebawa ombak sampai pinggir pantai. Pokoknya seru banget. Aku dan Mefhta banyak berhasilnya tapi kalo hari jarang berhasil sampai pinggir pantai mungkin karena dia agak gendut kali ya jadi gak bisa buat jaga keseimbangan. Jadi buat yang gendut-gendut perlu diet dulu biar bisa selancar hehehehehe.


Selain berenang, kami juga main pasir-pasiran.

Ya, mereka main pasir-pasiran ketika aku dengan khusyunya berselancar sendirian. Ya si Hari dikubur dengan pasir hanya tinggal kepala botak yang kelihatan. Katanya mereka sih ketika itu orang-orang pada ngeliatin abisnya aneh sih, sebenarnya ada satu hal yang menyebabkan orang-orang pada ngeliatin, tapi gak mau bilang ah soalnya agak... hehehehehehe. Tapi yang jelas ide mereka aneh dan kreatif, memang kita orang-orang yang aneh yang bikin orang jadi aneh ngelihat kita.

Ke pasir Putih, Cagar Alam Pangandaran

Ngelihat orang-orang naik perahu ke pantai Pasir Putih disebelah Barat membuat kami tertarik untuk mencobanya, kayaknya asyik bisa naik perahu ke sana. Kata Abang-abang perahunya kalau kita kesana kita bisa bersnokling (sambil menunjukkan photo-photo ikan-ikan dan batu karang yang ada di sana). Sebenarnya untuk bisa ke Pasir Putih bisa melalui Pintu Cagar Alam, karena pasir putih tersebut nyatu dengan Cagar Alam. Jadi kami berfikir dan menimbang-nimbang lebih baik masuk lewat pintu Cagar Alam karena karcis masuknya murah kalo gak salah 3500 rupiah per orang. Akhirnya kami putuskan untuk lewat cagar alam. Kami berjalan menyusuri pantai dibawah terik matahari yang sangat panas menyengat menuju Cagar Alam. Kami menerobos keramain dengan penuh semangat kadang kami menerobos warung-warung yang mangkal disepanjang pantai karena hanya lewat warung tubuh kita selamat dari segitnya matahari pingin deh rasanya ingin cepat sampai Cagar alam bukan karena penasaran dengan Cagar alamnya tapi karena panasnya kagak kuat hehehehe apalagi kalo nyeker jalannya pasti kaya kangguru dikejar macan kumbang hahaha.

Akhirnya nyampe juga di pintu gerbang Cagar Alam. Kata si Endin di Cagar Alam banyak monyetnya, jadi penasaran pingin buru-buru masuk. Setelah beli tiket kami siap memasuki Cagar Alam. Kami memasuki dengan penuh gaya bagaikan turis asing yang sedang touring. Apalagi si Mefhta dengan gayanya yang cool, pakai kacamata hitam yang dibelinya sebelum nyampe sini, bawa tas ransel gede, sambil membawa anduk kecil pokonya kaya turis deh tapi sayang di tas nya tercantel panci outdoor menggelantung, jadinya kayak tukang tambal panci deh hahahahahaha. Eh bener belum jauh kami masuk segerombolan monyet nampak di mana-mana. Ada yang kecil ada yang gendut dan ada yang berewok, dan ada yang botak di kepala. Sayang gak beli kacang kulit euy, kalo beli aja pasti kami jadi artis dadakan dikerumunin, dipilih! Dipilih!yang jauh mendekat yang dekat merapat hahahaha kaya tukang dagang di pasar aja. Kami terus berjalan menuju tujuan kami, pantai pasir putih. Setelah menaiki gunung menuruni lembah akhirnya sampe juga di pantai pasir putih. Kami harus mencari tempat yang enak buat masang tenda. Tempatnya lumayan enak karena posisinya di cagar alam alias hutan jadinya kita bisa berteduh sambil memandangi pantai yang ada dihadapan kami. Oh ya di sana kami melihat perempuan bule beserta ibunya sambil membawa camera photograpernya. Dalam hati sih ingin nyapa, tapi gimana bhs inggrisku pas-pasan takutnya nanti kaya jaka sembung bawa golok, gak nyambung nyok!

Ternyata suami si Bule orang Ciapus Ha ha… Tapi Syuer Anaknya Kayak Artis Holywood

Huh dasar ternyata suaminya orang ciapus taman sari, kirain suaminya juga bule. Akhirnya kami kenalan sama suaminya namanya mas Aris. Ternyata orang bule suaminya orang Sunda euy. Kami banyak ngobrol sama mas Aris termasuk bagaimana dia bisa nikah sama tuh bule asal Jerman. Kata mas Aris , dia kenal tuh bule waktu dia dulu kerja di salah satu hotel di Bogor. Si perempuan bule itu waktu itu sedang kuliah di IPB dan sering menginap di hotel tempat mas Aris kerja, Waktu itu mas Aris bekerja sebagai room boy, karena sering ketemu akhirnya mas Aris naksir deh. Mas Aris yang duluan menyatakan hasratnya haha maksudnya mas Aris yang mengajak nikah duluan sama tuh bule, karena si bulenya respon akhirnya mereka nikah deh. Mas Aris diajak sama tuh bule ke Jerman dan nikah di sana. Mas Aris akhirnya tinggal dan kerja di sana. Sekarang mas Aris sudah punya anak satu. Anaknya lucu deh mukanya kayak actor pemeran utama film “die hard” hehehe. Kata mas Aris keluarga istrinya senang jika anak-anaknya nikah dengan bangsa lain apalagi Indonesia karena keturunannya bagus dan cakep-cakep katanya. Adik istrinya mas Aris juga nikah dengan orang bangsa lain.

Mas Aris main ke Pangandaran bersama istri dan ibu mertuanya langsung dari Jerman ke Pangandaran. Mas Aris juga ngajak teman-temanya yang di Indonesia. Anda pingin bisa ke luar negri? Nikah saja sama bule hahaha.



to be coninued...




















Baca selengkapnya....

Kamis, Maret 26, 2009

Integritas Membuka Jalan Menuju Prestasi

Pernahkan Anda mendengar ungkapan “Lakukan yang Anda katakan” Artinya, jangan mengatakan nilai-nilai atau idealisme saja; tunjukkan dalam tindakan Anda. Jalanilah dan jadilah seperti itu. Itulah integritas.

Bila sikap Anda sesuai dengan yang Anda anut. Anda memliki integritas. Maksud nilai-nilai di sini adalah prinsip bisnis Anda, nilai–nilai pribdi dan visi. Bila sikap dan nilai Anda menyatu, Anda merasa senang dengan yang Anda kerjakan. Harga diri Anda meningkat dan begitu juga laju bisnis Anda. Akan tetapi, bila tindakan Anda bertentangan dengan nilai-nilai Anda, Anda kemungkinan akan memiliki perasaan kesal bahwa yang Anda kerjakan tidak benar, walaupun itu membantu Anda mencapai sasaran.

Beberapa contoh yang nilai dan perilaku tidak berkesesuaian adalah:

•Menganut kejujuran, tapi berbohong tentang pajak penghasilan.
•Menganjurkan karyawan agar tepat waktu, tetapi Anda sendiri terlambat.
•Mengharapkan agar orang lain berpegang pada bujet, kemudian Anda melampaui bujet Anda sendiri.
•Menuntut bisnis yang berhasil, tetapi menolak mempelajari sisi keuangannya.
•Menganut asas memenuhi janji dan berjanji memenuhi tenggat waktu, kemudian mengabaikann dan melewatkannya.

Catatan: bila Anda tidak menghargai janji dan tidak menepatinya, Anda dapat dipandang sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan bahkan tidak etis, tetapi Anda tidak kekurangan integritas. Anda memiliki integritas bila tindakan Anda sesuai dengan nilai-nilai Anda.

Integritas: Apa Manfaatnya Bagiku?

Mengapa kita membutuhkan integritas? Jika Anda menemukan satu cara untuk berhemat sedikit dalam pajak, mengapa tidak berbohong? Siapa yang tahu atau peduli?
Hidup dengan integritas dapat menjadi tantangan. Seringkali, tampaknya lebih menguntungkan mengabaikan nilai-nilai ketimbang memeliharanya. Banyak dari kita memudahkan pembenaran “Pajak terlalu tinggi. “Saya sudah banyak bayar tahun lalu.” “Pemerintah berhutang pada saya.” Dan seterusnya. Perasaan bersalah kelihatannya tidak sebanyak sejuta rupiah yang dihemat. Akan tetapi, mengabaikan nilai-nilai, untu alas an apa pun, biasanya membawa akibat balik pada akhirnya. Sebagai contoh beringat dingin saat diaudit oleh petugas pajak, dan harus membayar sejuta rupiah yang Anda pikir dapat Anda hemat ditambah beberapa ratus ribu lagi sebagai denda. Atau terlambat dalam suatu proyek dan kemudian menemukan karyawan dan rekan Anda juga terlambat. (Mereka mungkin berfikir “Tidak ada masalah jika bos saya dan yang lain melakukan hal yang sama”)

Berpegang pada nilai-nilai Anda, di sisi lain, memiliki hasil jangka panjang yang penting. Dalam hidup saya sendiri, saya temukan bahwa jika saya hidup dengan integritas, saya membangun kepercayaan. Orang lain tahu bahwa saya memegang janji, dan mereka dapat bergantung pada saya. Ketika reputasi saya naik, begitu juga pengaruh saya. Karena saya dipercaya, lebih banyak orang yang mau bekerja untuk saya, melakukan bisnis dengan saya, dan membeli produk saya. Saya memperoleh kepercayaan dan respek dari kolega, pelanggan, keluarga, dan teman-teman.

Saya temukan bahwa hidup dengan integritas adalah masalah antara keuntungan jangka pendek dan jangka panjang. Jika saya berinvestasi dalam opsi saham (stock option), keuntungan jangka pendeknya besar. Dan walaupun kami mempertaruhkan uang yang dapat membiayai bisnis, saya menemukan cara-cara untuk membenarkan hal-hal yang sedang saya lakukan. Saya mempunyai keinginan yang kuat: kami bekerja untuk mencapai sasaran membangun Sekolah Bisnis Burklyn, dan sekolah, murid, serta investor semua akan diuntugkan. Ini kelihatannya seperti jalan pintas menuju sukses.

Tetapi yang kami lakukan adalah pandangan yang sempit dan tidak berintegritas. Saya percaya pada falsafah menang/menang, dan saya tahu persis bahwa dalan opsi saham, agar seseorang menang, maka yang lain harus kalah. Saya mengambil peluang. Akhirnya saya kalah, dan itu semua menghancurkan segalanya.

Menentukan Nilai-nilai

Krisis opsi saham mendorong saya untuk meneliti tindakan dan nilai-nilai saya. Ini menunjukkan pada saya bahwa tindakan dan nilai tersebut tidak kongruen. Kita semua dapat belajar dari kesalahan orang lain. Belajarlah dari kesalahan saya, dan luangkan waktu untuk menyadari nilai–nilai Anda. Ini langkah pertama untuk meraih integritas yang lebih besar.

Satu cara untuk melakukannya adalah dengan melihat nilai-nilai yang Anda kagumi dari teman Anda. Apakah Anda menghargai mereka karena kejujuran, kasih sayang, atau kedermawanan mereka? Lihatlah wilayah-wilayah hidup Anda yang penting bagi Anda, seperti keluarga, persahabatan, layanan masyarakat, atau karir Anda. Apakah nilai-nilai Anda muncul di wilayah ini? Apakah Anda berintegritas, atau apakah tindakan Anda bertentangan dengan nilai Anda? Luwangkan waktu untu merenungkan pertanyaan-pertanyan ini.

Hidup dengan integritas membutuhkan suatu kesadaran diri tingkat tinggi. Anda harus benar-benar mengenal diri Anda dan nilai-nilai Anda. Berdasarkan pengetahuan itu, Anda merumuskan visi Anda dan mengembangkan sasaran Anda. Ini berarti Anda harus “melihat ke dalam” diri Anda bila Anda membenarkan suatu tindakan. Berhenti dan telitilah mengapa Anda melakukannya. Jika hal yang Anda lakukan tidak kongruen dengan nilai-nilai Anda, maka hentikanlah.

Integritas dalam tindakan

Integritas adalah ungkapan siapa Anda. Jika Anda seorang yang jujur, Anda akan jujur dalam urusan bisnis dan relasi Anda. Jika Anda menghargai janji, Anda akan berusaha keras untuk menepatinya. Anda akan mematuhi nilai-nilai Anda tanpa memandang keadaan dan tempat. Katakanlah Anda ditawari 20 dolar untuk bersaksi palsu terhadap seseorang di pengadilan. Anda menolak karena Anda menghargai kejujuran. Kemudian tawarannya dinaikkan menjadi 2.000 dolar, lalu 200.000 dolar. Adakah hal yang keadaanya menjadi lebih penting bagi Anda daripada nilai-nilai Anda? Bila Anda bertindak dengan integritas, Anda berpegang pada nilai-nilai Anda tanpa memandang keadaan. Jika Anda menghargai sesuatu, Anda seharusnya berkemauan unjtuk berpegang padanya.

Integritas juga berarti merupakan hal yang Anda harapkan agar dilakukan orang lain. Sebagai kebijakan pribadi, saya berpartisipasi dalam semua kegiatan dn pelajaran yang dilakukan oleh para murid di SuperCamp. Bila kami menambah suatu kegiatan baru pada pelajaran tantangan di tempat terbuka, saya mencobanya. Bila saya menambah unsur baru pada kurikulum, saya mempelajarinya. Apakah itu melompat galah 10 meter untuk menangkap rekstok gantung atau berlatih teknik baru membaca cepat, jika saya berharap para murid melakukannya, maka saya juga melakukannya.

Prinsip ini berlaku untuk setiap bisnis. Berbuat sesuai harapan yang Anda tentukan bagi orang lain, maka kemungkinan besar mereka akan mengikutinya. Jika Anda mengatakan kepada karyawan untuk selalu menjaga citra professional, kemudian Anda masuk kantor dengan pakaian olahraga, maka ini adalah perbuatan yang tidak kongruen. Jika Anda menerapkan aturan kantor yang bebas rokok, Anda tidak memiliki integritas jika Anda selalu keluar untuk merokok. Bertekadlah untuk melakukan hal-hal yang Anda harapkan dilakukan orang lain. Berilah contoh.

Mempertahankan Integritas

Untuk mewujudkan mimpi Anda, tindakan Anda harus kongruen dengan sasaran Anda. Sebagian besar orang sukses memeliki sasaran tertulis dan pernyataan visi yang jelas. Mereka merencanakan langkah-langkah aksi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran-sasaran itu. Teguh pada visi Anda dapat membuat Anda tetap pada jalur bila Anda diombang-ambingkan badai ke baerbagai arah. Alat yang dapat berlaku sebagai peta jalan Anda menuju interitas dan kesuksesan lebih besar adalah berfikir tentang manfaat.

Berfikir tentang Manfaat (Asas Manfaat)

Untuk pelatihan ini, Anda perlu beberapa lembar kertas, pena, tempat yang tenang untuk berfikir, dan keinginan untuk melakukan pengembaraan jiwa. Luangkan waktu untuk memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini secara mendalam. Sebagian mungkin cukup jelas bagi Anda; yang lain mungkin menantang Anda untuk meneliti gaya hidup dan arah Anda sekarang lebih dalam.

•Apakah saya menghargai hidup, kesehatan, karir, keluarga, dan teman-teman saya.
•Apkah saya melakukan kegiatan-kegiatan yang mendorong nilai-nilai ini.
•Apakah yang mendorong saya? Apa yang saya inginkan dalam hidup saya.

Putuskan di mana Anda akan berada dalam satu tahun, lima tahun, dan sepuluh tahun mendatang. Tulis skenario terperinci untuk masing-masingnya. Temasuk karir, hubungan pribadi, keuangan, kesehatan, dan pendidikan. Jabarkan secara terperinci seperti apa hidup Anda saat itu. Pikirkan di mana Anda ingin hidup, apakah Anda menikah atau masih sendiri, mempunyai anak, di mana posisi Anda dalam karir, di mana Anda berlibur, apasaja yang penting bagi Anda jangan cela ide-ie Anda sebagai ide-ide yang terlalu muluk atau tidak praktis; mimpikanlah yang luar biasa. Sekali Anda merumuskan sasaran-sasaran dengan jelas dan menentukan titik pusat hidup Anda; Anda akan mulai merasakan peluang-peluang di sekitar Anda dan mewujudkan mimpi Anda agar berhasil.

Gambarkan visi Anda-apa yang menjadi gambaran inspiratif dan idealistis Anda, dorongan yang membuat Anda maju. Pikirkan beberapa sasaran yang dapat menggerakkan Anda menuju visi itu. Apakah langkah-langkah aksi yang Anda tempuh untuk mencapai sasaran-sasaran itu? Sekali lagi, menuliskannya dan membayangkannya dalam pikiran Anda membantunya agar terwujud. Visi yang jelas memberi Anda arah. Sasaran-sasaran membantu Anda merumuskan langkah-langkah untuk membawa ke sana.

Hidup dengan integritas memberi Anda kekuatan. Hal itu meningkatkan respek dan memberi Anda kepercayaan dan respek dari orang lain. Bila Anda hidup dengan integritas dengan memandang nilai-nilai dan visi Anda, Anda kemungkinan besar akan menemukan sukses-tidak hanya dalam bisnis, tetapi dalam aspek kehidupan Anda.

Sumber: Quantum Business by Bobbi DePorter & Mike Hernacki
Baca selengkapnya....

Rabu, Maret 18, 2009

BEDA UKM JEPANG DAN INDONESIA

Pertanyaan ini timbul karena setelah melihat, berinteraksi sejenak dengan UKM di Jepang yang bergitu baik dari sisi manajemen waktu, produksi, pemasaran bahkan pembukuan, contohnya saja untuk petani tua jamur di Yokohama yang kita kunjungi pertama kali bertemu dikantornya petani ini begitu bersahaja dengan letak kantornya di desa terpencil, sunyi dekat rimbunan pohon pinus. Sedangkan kantornya di dekat rumahnya yang sederhana ala jepang, dimana Pak Tua ini bekerja dengan istrinya yang juga sudah tua ya sekitar umur 55 tahun.

Dengan luasan sekitar 1000 m2 petani Jepang ini bisa memasok 10 minimarket Michinoeki yang berada dalam lingkup usahanya, dengan pola pengiriman tiap 2 hari sekali, disini hebatnya pak Tua ini bisa kirim ke minimarket tiap 2 hari dengan jumlah kunjungan 2-3 minimarket dan bekerja lagi untuk pengelolaan Tobong / tempat Budidaya Jamur merang ini, dan memanen jamur untuk pengiriman besok begitu seterusnya.

Yang saya herankan bagaimana Suami istri ini bisa mengerjakan semua hal dengan konsep yang begitu bagus, sistem yang sudah terintegrasi dengan baik dengan sistem online antar pemasok dan minimarket, manajemen produksi yang baik sehingga bisa panen tiap 2 hari sekali dengan begitu lancar dan tertip, antara penyiapan media (strerilisasi, pengepakan, penanaman bibit, masa pertumbuhan dan pemanenan).

Manajemen keuangan dengan pengaturan cashflow yang begitu teratur dan hebatnya semua itu berasal dari kredit perbankan, ketika saya tanya apakah petani ini dulunya sudah melakukan atau punya pengalaman bertani jamur Dia mengatakan belum pernah berusaha. Untuk usaha bertani jamur ini adalah pertama kalinya.
Sempat saya berfikir hebat benar Bapak dan Ibu Tua ini bisa mempersiapkan dengan baik segala persoalan yang terjadi di manajemen usahanya ini. Ternyata setelah satu minggu berjalan, saat rombongan pelatihan agroindustri ini yang difasilitasi oleh BPEN mengunjungi Departemen di Jepang yang salah satunya adalah menyediakan fasilitasi UKM maka semua pertanyaan seminggu yang lalu mulai terjawab satu persatu.

Bagaimana UKM negeri Jepang ketika akan mendirikan usahanya dari mulai mendaftarkan badan usahanya karena perlu diketahui UKM disana tidak ada yang tidak mempunyai Badan Usaha yang resmi karena ini sangat berhubungan dengan pelayanan yang akan diterima selanjutnya.

Selanjutnya setelah Badan USAHA diterima, UKM ini diminta membuat rencana usaha yang didampingi oleh konsultan independen yang dibayar oleh UKM ini, sehingga UKM bisa memilih konsultan yang dikehendaki sesuai dengan bidang yang akan dikerjakannya, konsultan-konsultan ini telah mendapat rekomendasi dari Departemen pemerintah atau ODA sehingga kapasitas konsultannya sudah terjamin.

Kenapa UKM bisa membayar konsultan yang dikehendakinya, ya karena semua usaha yang didirian di sana harus didampingi konsultan sejak awal karena usaha ini akan berhubungan dengan pihak bank sebagai penyedia jasa keuangan. Selanjutnya ketika semua sudah selesai dalam hal ini rencana usaha cashflownya baru mengajukan kredit dan kalau persyaratannya sudah jelas maka pencairan bisa dilaksanakan dengan standart dan konsultan yang ditunjuk akan terus mendampingi UKM tersebut secara berkelajutan sampai memang layak ditinggal.

Oh iya hampir lupa tentang penjaminan dan bunga yang ada di Jepang, penjaminan akan dilakukan oleh pemerintah dengan bunga pinjaman 1 % /tahun. Saat diterangkan itulah UKM Indonesia langsung tertawa dengan kata Yo enak rek…. tahu kan bagaimana kondisi di Indonesia ?
Di Indonesia yang terjadi adalah tanpa konsultan sehingga terkesan berbelit-belit dan kalau disetujuipun biasanya tidak bisa cair 100%, dan apabila UKM tidak mempunyai jaminan ya tak akan bisa cair apalagi kalau di lihat dari bunga maka paling kecil di Indonesia adalah 16% / tahun untuk bisnis bukan kredit program yang pencairannya gak jelas kapan.

Kalau melihat ini siapa yang salah, UKM, Pemerintah atau BDS mari kita renungkan KENAPA UKM JEPANG LEBIH MAJU……?
Sumber: Cak Arif
Baca selengkapnya....

APA PUN TARUHANNYA KOMITMEN MENCIPTAKAN PERBEDAAN

(dikutip dari buku Quantum Business Oleh Bobbi DePorter & Mike Hernacki)
PERINGATAN: Tulisan ini sangat bermanfat bagi mereka yang sudah menuliskan visi misi hidupnya jika belum tulislah dan visualisasikan.

Teguhkanlah diri Anda dan lihatlah apa yang terjadi

Berkomitment pada sesuatu sesungguhnya merupakan proses dua langkah: Pertama Anda harus menemukan keinginan Anda dan kemudian Anda harus memutuskan untuk menjalankannya, tak peduli apa pun juga.

Penemuan: Pikirkan Tentang Apa yang Membuat Anda Tertarik

Apa yang menggairahkan Anda? Apa yang menyalakan hasrat Anda? Apa yang mendorong Anda untuk bermimpi? Apa yang membangkitkan visi Anda? Sebelum mendirikan Burklyin Business School dan SuperCamp, saya mempunyai bayangan yang jelas dalam benak saya tentang belbagai kemungkinan yang dimiliki program ini. Saya dapat melihat,mendengar, dan merasakan pelbagai kemungkinan tersebut, dan saya merasa terdorong untuk mewujudkannya.

Mitra saya dan saya begitu bersemangat dengan gagasan tentang SuperCamp sehingga membawa kami melewati ketidakpastian, persoalan, dan krisis program pertama. Semangat ini menular, menyebar kepada orang-orang lain yang menjadi tertarik untuk mengirim anak-anak mereka pada petualangan dalam belajar ini. Di hari terakhir SuperCamp pertama, saya melihat anak-anak yang saat pertama datang pemalu dan menarik diri kini berdiri di depan seluruh kelompok dan menyatakan dengan lantangkebanggan diri mereka. Mereka mengatalan komitmen mereka untuk memanfaatkan keterampilan baru dam menjalani hidup dengan 8 kunci.

Ketika saya mendengar pernyataan mereka, saya merasa takjub. Pada saat itu saya berfikir,”inilah komitmen saya; inilah tujuan hidup saya-melahirkan program yang mendorong pemuda.” Peristiwa itu tahun 1982 dan saya masih terikat dengan visi saya hingga sekarang seperti halnya hari terakhir SuperCamp pertama.

Keputusan

Begitu Anda menemukan visi Anda, Anda harus memutuskan apakah Anda ingin melakukan apa pun taruhannya untuk membuat visi tersebut terwujud. Berapa banyak waktu, uang ,dan energi yang mau Anda pertaruhkan? Tekanan apa yang akan menimpa keluarga, teman, dan pasangan Anda? Apakah Anda siap untuk menceburkan diri Anda ke dalam proyek ini dengan sepenuh hati dan tanpa penyesalan? Apakah ini waktu yang tepat dalam kehidupan Anda untuk melakukan komitmen ini?

William Hutchinson Murray (The Scottish Himalayan Ekspedition 1950) mengatakan:
Sampai tiba saatnya seseorang berkomitmen, maka akan selalu ada keraguan, peluang untuk mundur, selalu dalam ketidakefektifan. Dengan memprtimbangkan tindakan inisiatif (dan penciptaan), terdapat satu kebenaran mendasar, ketidaktahuan yang mematikan gagasan-gagasan dan rencana-rencana yang menakjubkan yang tak terhitung jumlahnya: saat seseorang dengan pasti berjanji pada dirinya, maka kemudian Tuhan bertindak. Segala macam hal muncul untuk membantu orang, yang bila ia tidak berkomitmen, maka semua ini tidak akan terjadi. Seluruh aliran peristiwa keluar dari keputusan, memunculkan kepentingan seseorang dari semua bentuk kebetulan yang tidak diramalkan dan pertemuan serta bantuan material, yang tidak seorang pun akan bermimpi akan terjadi pada dirinya. Saya telah mempelajari dengan rasa hormat yang mendalam satu bait syair dari Goethe:
Apa pun yang dapat enkau lakukan,
atau engkau impikan dapat engkau lakukan, mulailah.
Keberanian memiliki kejeniusan, kekuatan dan keajaiban di dalamnya.

Ketika Anda mempunyai visi yang kuat, tampaknya seakan-akan Anda tidak memilki pilihan kecuali menetapkan komitmen. Anda harus melihat keseluruhan proyek tersebut. Tujuan Anda jelas dan menarik minat dan Anda terdorong untuk mewujudkannya, terlepas dari berapa rintangan yang mungkin Anda hadapi.

Setiap bisnis baru diawali dengan satu orang yang berjanji untuk mewujudkan visi tersebut. Orang ini harus memiliki keteguhan untuk terus maju sampai dia meraih tujuannya. Ketika saya memulai program SuperCamp yang pertama, saya dapat membayangkannya, saya dapat melihat kelanjutannya sepuluh tahun berikutnya. Bucky mengatakan,”Temukan sesuatu yang harus dilakukan, dan lakukanlah.” SuperCamp jelas sesuatu yang harus dilakukan, dan saya tertarik dan terdorong untuk melakukannya.

Ketika pertama kali saya membuat komitmen untuk memulai SuperCamp, saya memiliki gambaran jelas tentang bentuk programnya-tapi hanya inilah yang saya miliki. Ini terjadi tidak lama setelah saya kehilangan semua modal saya benar-benar sangat terbatas. Akan tetapi, tidak masalah apa yang diperlukan untuk menjalankan program ini; saya tahu kami dapat melakukannya.

Mendapatkan pinjaman dengan jaminan mobil saya, satu-satunya aset saya yang masih ada, saya membiayai program pertama. Ini tidak seperti suatu pengorbanan atau penderitaan yang berat karena tidak terlintas di benak saya tentang apakah akan melakukan hal ini atau tidak. Saya berhasrat dan berjanji untuk mewujudkannya.

Komitmen didorong oleh AMBAK (Berfikir: Apa Manfaat Bagiku) Anda, dan ini biasanya lebih besar daripada keuntungan finansial. Ini bisa jadi hanyalah kegembiraan dan kepuasan kerena melihat visi Anda menjadi nyata.

Apakah Anda Pengukur Suhu (Termometer) ataukah Pengatur Suhu (Termostat)

Ketika membicarakan komitmen dan menjalani kehidupan Anda, Anda dapat memilih menjadi termometer atau termostat. Termometer hanyalah sebuah tabung gelas kecil dengan sedikit merkurium di dalamnya. Masukan ke dalam kulkas, maka merkurium ini akan menyusut; arahkan ia ke cahaya matahari, maka merkurium ini akan mengembang. Termometer tidak meraih apa pun; ia tidak mengubah apa pun. Termometer hanyalah merefleksikan lingkungannya. Pilihlah menjadi termometer berarti memilih untuk tetap nyaman, tidak mempunyai pengaruh pada dunia, menghindari tantangan dan perubahan.

Sebaliknya, termostat mempunyai kekuatan untuk merubah lingkungannya. Hidupkan tombol termostat dan ia dapat membuat temperatur dalam ruangan berubah dari musim dingin ke musim panas. Komitmen pada visi yang jelas memberikan Anda kekuatan untuk mempengaruhi perubahan’ daripada beradaptasi pada kehidupan Anda ” yang melimpah” dan merefleksikan lingkungan Anda seperti termometer, Anda mempunyai potensi seperti termostat, untuk mengubahnya. Anda dapat menciptakan kembali lingkungan Anda untuk merefleksikan visi Anda. Saat Anda mengenali dan belajar menggunakan kekuatan komitmen, Anda dapat menjadikan kehidupan Anda suatu tantangan yang menarik dan memuaskan. Seperti Bucky Fuller, Seperti setiap orang yang pernah berhasil mengatasikesulitan, hanya dengan keinginan untuk melakukan apa pun taruhannya, Anda sesungguhnya dapat mengubah dunia.
Baca selengkapnya....

Jumat, Maret 13, 2009

MANAJEMEN ORANG JEPANG, PUJAAN MASYARAKAT GLOBAL

Manajemen adalah seni mengkoordinasikan elemen-elemen produksi untuk mencapai tujuan sebuah organisasi. Ini merupakan keberhasilan dari tujuan-tujuan melalui penggunaan manusia, material/bahan, dan mesin. Bagaimana menggabungkan ketiga faktor tersebut yang telah menjadi masalah sepanjang tahun. Pada akhir tahun 70-an, orang Jepang muncul dengan suatu pendekatan yang berhasil dengan baik setidaknya di Jepang.

Pendekatan orang Jepang adalah dengan memberikan perhatian pada manusia di atas dua faktor lainnya; bahan dan mesin dalam persamaan manajemen. Dalam filosopi manajemen orang Jepang, manusia tidak hanya dianggap sebagai faktor produksi tetapi juga sebagai akhir dari keseluruhan usaha manajemen. Praktek ini rupanya membuat mereka mencapai kesuksesan besar dalam persaingan bisnis internasional pada tahun 1970-an.

Dalam bisnis dan industri di Barat, ada semacam sifat kegilaan terhadap menajemen orang Jepang dimana ada sekelompok manajer Amerika yang ingin bekerja pada perusahaan orang Jepang tanpa dibayar selama mereka mampu mempelajari seni manajemen orang Jepang. Alasan utamanya adalah pada waktu itu produksi industri Jepang sedang booming dan menguasai pasar dunia. Industri Jepang telah mengungguli hampir semua Negara di Barat dalam produksi komoditas seperti motor, mobil, kamera, jam, dan komputer. Secara ekonomi Jepang tetap kuat dalam menghadapi krisis minyak dan resesi ekonomi global, sementara banyak Negara di Barat mengalami inflasi, Jepang telah sukses membendung inflasi dan meningkatkan produktivitasnya.

Berdasarkan para ahli Jepang, manajemen orang Jepang sebagian besar dipengaruhi oleh sejarah masa lalu. Tahun-tahun antara 1945 sampai 1965 dikenal dengan periode imitasi atau tiruan. Selama periode ini Jepang hanya meniru dan mengkopi dari Negara Barat, terutama Amerika Serikat, dalam bidang manajemen dan teknologi. Kekalahan mereka pada Perang Dunia II membuat orang Jepang menjadi merasa rendah diri terhadap orang-orang Amerika dan Eropa. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang tinggi di akhir tahun 1950-an telah membawa perubahan besar. Orang Jepang mulai mendapatkan kembali rasa percaya diri mereka dan mengatasi rasa rendah diri mereka yang kompleks. Kemakmuran dan kebanggaan baru membuat Jepang melakukan berbagai eksperimen dalam berbagai bidang termasuk bidang manajemen. Sejak saat itu, orang Jepang mulai menyadari bahwa sistem manajemen Amerika bukanlah metode yang terbaik di dunia untuk memanaje perusahaan, tidak juga Jepang.

Dalam mempelajari manajemen Jepang tidak boleh tidak membutuhkan pengertian yang cermat terhadap dimensi dan konsep kerja masyarakat Jepang. Orang Jepang terkenal dengan kerja kerasnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh lahannya yang relatif jarang, penduduknya yang banyak dan padat, memiliki cuaca yang buruk, dan tidak mempunyai sumberdaya alam. Jepang juga menghubungkan etika kerja mereka dengan kepercayaan agamanya. Budha Zen mengajarkan bahwa melalui kerja dan kreasi mereka akan mencapai kesempurnaan pemabangunan watak. Oleh karena itu, bagi orang Jepang pekerjaan mempunyai nilai dan memberikan arti yang mendalam bagi kehidupan mereka.
Aspek lain dari masyarakat Jepang berkaitan dengan etos kerja adalah latar belakang sejarah mereka. Telah berabad-abad Jepang telah dipimpin oleh kelas militer atau kelompok Samurai. Kelompok Samurai telah menanamkan dalam diri orang Jepang pentingnya kerja keras. Mereka memberikan penghargaan yang tinggi terhadap aktivitas fisik ketimbang kebangggaan intelektual.

DIMENSI BUDAYA DAN MANUSIA

Manajemen orang Jepang memberikan tekanan kepada para pekerja sebagai modal utama dan terpenting dalam perusahaan. Dalam konteks ini manajer-manajer Jepang menggunakan sistem seumur hidup bagi para pekerja. Pada umumnya, perusahaan-perusaan Jepang berharap bisa memperkejakan para pekerja selama 34 sampai 40 tahun, sampai mereka berhenti. Sistem pekerjaan seumur hidup mempunyai dua pengaruh positif. Pertama, sistem tersebut menjamin kontinuitas dan kekuatan pekerja dan mendorong para pekerja untuk berpartisipasi dalam area manajemen perusahaan. Kedua, ketika para pekerja mempunyai rasa aman dalam perusahaan, sikap mereka terhadap inovasi dan teknologi adalah positif. Tidak seperti di Negara Barat, di Jepang penggunaan robot dalam pabrik dapat diterima dengan baik oleh para pekerja.

Karakateristik industri Jepang yang menyolok dan merupakan pelajaran yang berharga adalah harmonisnya hubungan antara para pekerja dan manajemen. Di Jepang tidak ada konflik yang berarti antara buruh dan manajer atau antara perusahaan dengan pemerintah. Ada dua alasan untuk hal ini. Pertama, orang Jepang tidak mengenal perbedaan kelas yang kuat. Secara ekonomi, mayoritas orang Jepang sekitar 69 persen menganggap diri mereka sebagai kelompok berpendapatan menengah atau menengah atas. Kedua, kekuatan buruh Jepang secara umum cukup terdidik, mampu dan mempunyai motivasi yang tinggi dikarenakan tingkat pendidikan yang tinggi di negerinya.

Dimensi budaya juga memainkan peran utama dalam bisnis orang Jepang dan industri dunia. Keselarasan dan kesatuan adalah karakteristik masyarakat Jepang secara keseluruhan. Keselarasan ini juga terasa kuat dalam perusahaan dikarenakan filosopi dan nilai-nilai persaudaraan dan perasaaan kesetiakawanan yang diterima oleh seluruh anggota perusahaan. Oleh karena itu, hubungan antara manajer dan pekerja berdasarkan filosopi, pada dasarnya perusahaan adalah sebuah keluarga besar di mana para anggotanya hidup bersama secara harmonis.

Dalam masyarakat Jepang “diri” tidak penting. Yang paling penting adalah semangat kerja tim; sebuah ide, di mana semangat tersebut telah mengakar begitu dalam dalam keluarga orang Jepang dan merupakan hal terbesar dalam kelompok. Ide ini juga berlaku di perusahaan. Buktinya adalah setiap pengakuan prestasi atau distribusi tugas langsung ditujukan kepada kelompok daripada individu. Begitu juga, setiap kesalahan dari seorang pekerja menjadi tanggungjawab kelompok.

Ada beberapa keuntungan mengunakan sistem tersebut di atas untuk meningkatkan semangat kerja tim bagi perusahaan terutama dalam menciptakan basis yang kuat. Pondasi ini dibuat bahkan diperkuat denngan fakta bahwa dalam perusahaan Jepang tidak ada hirarki status atau posisi di mana manajer, eksekutif, sopir, dan pekerja semuanya makan dengan makanan yang sama di kantin yang sama. Dampaknya adalah terbuka secara vertikal antara manajer dan para pekerja dan juga secara herizontal di antara anggota yang berbeda bagian atau golongan.

Sebuah istilah yang menonjol dalam sistem keluarga orang Jepang adalah “amae” kata ini melukiskan sebuah perasaan keterikatan antara anak terhadap cinta kepada ibunya. Bagaimanapun juga, ide keterikatan juga telah mempengaruhi hubungan personal di antara orang dewasa. Yang jelas, dalam perusahaan, “amae” memainkan peran utama dalam hubungan vertikal antara manajer dengan subordinatnya dan juga hubungan herizontal di antara para pekerja itu sendiri.

Salah satu dimensi budaya Jepang yang juga merupakan keuntungan bagi para manajer adalah bagaimana pendekatan mereka terhadap gejala seperti ketidakjelasan, ketidakpastian, ketidaksempurnaan dan kepercayaan. Situasi yang demikian sering terjadi dalam perusahaan yang menggunakan manajemen pendekatan Barat yang perlu di atasi dengan segera dan sungguh-sungguh.

KESIMPULAN

Tepat untuk disimpulkan bahwa pendekatan orang Jepang terhadap manajemen berdasarkan faktor manusia termasuk budayanya, sejarahnya, dan dimensi religius, nampaknya telah berhasil dan menguntungkan karena telah dibuktikan dari pengalaman orang Jepang sendiri.

Menurut Takeo Fujisawa, seorang ahli dari The Nomura Research Institut, manajemen orang Jepang adalah 90 % mirip dengan pendekatan Barat, akan tetapi 5 % yang membuat segalanya menjadi berbeda, karena 5 % tersebut terdapat aspek yang paling penting yaitu pendekatan manusia secara total.

Kebutuhan spiritual sama pentingnya dengan kebutuhan material. Ini adalah keseimbangan dua faktor yang telah membuat para pekerja Jepang mempunyai produktivitas yang tinggi. Perhatian terhadap faktor manusia dan semua yang terkait dengannya seperti budaya, sejarah dan agama sebagai satu unit produksi dalam manajemen orang Jepang telah menyebabkan perhatian dunia. Melalui pendekatan orang Jepang terhadap manajemen, negara-negara lain mulai sadar bahwa mereka tidak memberikan perhatian yang cukup kepada berbagai pandangan akan kebutuhan manusia. Manusia dan kebutuhan dan juga masalah-masalah sekarang nampak menjadi perhatian umum. Inilah alasan mengapa manajemen orang Jepang telah menjadi benar-benar pujaan global.

Pendekatan orang Jepang terhadap manajemen ketimbang yang lainnya telah membuat status Jepang sebagai salah satu ekonomi raksasa dunia pada akhir 1980-an. Menurut laporan the world Development Report Bank Dunia tahun 1993 pendapatan per kapita Jepang mencapai $26.930/tahun sementara USA hanya $22.240/tahun. Sedangkan Indonesia tertinggal jauh dari Jepang yang hanya memiliki pendapatan per kapita $600/tahun. Kemudian Jepang adalah anggota G7, sebuah organisasi dunia negara-negara kaya. Bagaimanapun juga pada pertengahan 1990-an meskipun posisi ekonominya yang kuat Jepang juga menghadapi masalah utama ekonomi yang berhubungan dengan melemahnya Yen, hutang yang buruk yang disebabkan oleh kesalahan manajemen sistem bank. Meskipun begitu Jepang hanya dihadapkan pada resesi ekonomi bukan kekacauan ekonomi dan bencana sebagaimana yang dialami oleh negara asia timur lainnya.

Source: Kompas, March 1984
The Economist, July 1998
Far Eastern Economic Review, May 1998


Baca selengkapnya....